Sudah Tahu Apa Saja Fungsi Dan Sistem Kerja Solder Uap?

Salah satu alat terpenting yang harus selalu ada pada setiap proses perbaikan ponsel adalah Solder Uap sehingga harus dimiliki oleh setiap teknisi. Alat ini memegang peran penting untuk mencetak, mengangkat, memasang dan solder ulang pada masing-masing spare part SMD atau Surface Mount Device seperti kapasitor, resistor, transistor, IC, dan sebagainya.

Sistem Kerja

Blower sering juga disebut dengan nama hot air atau solder uap. Alasannya adalah karena alat ini selalu menggunakan udara dalam sistem kerjanya. Secara garis besar, perabot untuk memperbaiki ponsel rusak ini mempunyai dua sistem pengaturan.

Sistem pengaturan pertama Solder Uap ini berupa pengaturan angin dan sistem kedua memakai suhu. Kedua jenis sistem tersebut bekerja secara acak atau linear namun selalu berkesinambungan antara yang satu dengan yang lain.

Misalnya ketika suhu makin dipancarkan atau dinaikkan, secara otomatis akan menambah kekuatan panas dan tekanan udaranya. Sebaliknya apabila tekanan udaranya dinaikkan, akan berdampak pula pada tekanan panasnya.

Perbandingannya Dengan Solder Biasa

Dibandingkan dengan solder biasa, sebetulnya Solder Uap mempunyai karakter yang hampir sama termasuk dalam penggunaannya dan hanya ada satu hal saja yang membedakan. Pada solder biasa, titik tumpu pemanas yang dipakai berupa mata solder atau bit solder dengan bentuk batangan.

Sedangkan pada blower yang digunakan untuk memperbaiki ponsel rusak, titik tumpu pemanasnya berbentuk angin dan panas. Keduanya dikeluarkan melalui sebuah lubang yang dinamakan nuzzle yang berperan untuk melelehkan material timah.

Pada masa sekarang, biasanya blower yang beredar di pasaran dapat diaktifkan melalui tegangan listrik 110 atau 220 volt. Jenisnya ada dua macam, yaitu blower digital dan blower analog. Ketika menggunakan blower digital, pengaktifannya dapat dilakukan dengan cara menekan tombol Down atau Up untuk mengatur tekanan angin atau panas. Sedangkan blower analog lebih mudah dipakai, cukup dengan memutar tombolnya sesuai posisi tekanan yang dibutuhkan. Hanya saja perlu diperhatikan di sini, masing-masing komponen yang diperbaiki dengan Solder Uap memiliki batas pemasanan yang berbeda-beda. Jadi teknisi harus memahami batasan tersebut, agar tidak terjadi kasus mati fungsi. Bagaimana? Memiliki pendapat berbeda? Mari didiskusikan melalui kolom komentar di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *